Senin, 18 Oktober 2021

 

MENCIPTAKAN  PESERTA DIDIK YANG BERADAP DAN BERAKHLAK MELALUI KEYAKINAN KELAS

NAMA: Ruhamah Ubaina,S.Pd

SMPN 2 SUNGAI RAYA,KAB.ACEH TIMUR(CGP ANGKATAN 3)

Latar Belakang

 

Mempunyai murid yang beradap dan berakhlak merupakan impian semua Guru disekolah, namun Akhir  akhir ini kita lihat betapa krisisnya moral dan adap anak bangsa terutama didalam dunia pendidikan, walaupun dulu kita berada dizaman kolonial serba ketinggalan, namun akhlak masih di nomor satukan, tapi sekarang kita sudah berada dizaman milenial, semua dituntut serba digital serba canggih serba inovatif dan kreatif unggul diberbagai prestasi membentuk generasi-generasi teknologi, namun satu hal yang terlupakan, semakin canggihnya zaman semakin berkembangnya perkembangan zaman namun membuat memudarnya rasa sopan dan santun serta adap manusia karena orang zaman sekarang orang dituntut berpikir kritis, yang terkadang egois tanpa kita sadari hal ini lah yang sedang kita rasakan sekarang. serba canggih, serba praktis, serba elastis, semua bisa diatasi, lewat browsing( inilah bahasa kerennya)

Kita  pasti pernah mendengar istilah manusia beradab, sebenarnya apa pengertian adab? Manusia beradab identik dengan individu yang beretika dan bertanggung jawab. Sayangnya, meskipun sering digunakan masih banyak orang yang bingung tentang apa itu adab. Untuk lebih jelasnya, yuk simak pengertian adab, pentingnya dan faktor yang memengaruhinya.

Secara bahasa, pengertian adab adalah sebuah akhlak mulia dalam bentuk tingkah laku, tabiat atau aturan yang didasarkan pada norma maupun agama. Adab berasal dari bahasa arab yang artinya pendidikan atau mendidik.

Sedangkan menurut bahasa Yunani, adab artinya kebiasaan atau etika. Pada intinya, adab adalah sebuah perilaku yang menunjukkan kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak untuk mendidik diri sendiri agar menjadi orang yang paham aturan dan bertanggungjawab.

 

Adab merupakan bagian dari akhlak mulia yang menuntun manusia untuk menjadi manusia beradab. Manusia beradab yang dimaksud di sini adalah seorang manusia bertanggungjawab terhadap kewajiban maupun haknya.

Nantinya, manusia beradab akan menjadi pribadi yang adil sehingga patut dijadikan sebagai pemimpin. Tak hanya itu, manusia beradab akan terus belajar dan memperbaiki diri untuk menyempurnakan akhlaknya.

Adab merupakan salah satu hal yang penting dalam menumbuhkan kecintaan kepada sang Pencipta maupun kepada manusia. Tak hanya itu, adab ini juga penting dalam mencegah manusia untuk berbuat buruk.

Pemahaman terkait adab memang tidaklah instan dan semuanya butuh proses.

 Selain itu, adab manusia sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

Ajaran Agama

Mereka yang beriman akan patuh terhadap aturan agamanya dan cenderung takut melakukan perbuatan buruk sehingga lebih mudah menanamkan adab. Bahkan, manusia yang patuh terhadap hukum syara hidupnya akan lebih tenteram, damai dan bahagia.

Adat-istiadat

Adat-istiadat merupakan salah satu hal yang memengaruhi sikap manusia dan nantinya bisa berpengaruh pada adab. Adat-istiadat identik dengan sikap yang turun-temurun dan sudah dipertahankan sejak lama. Oleh karena itu, hal ini memengaruhi kebiasaan manusia sehari-hari.

Sayangnya, pada beberapa kondisi adat ini tidak sesuai dengan hukum maupun ajaran agama. Mereka cenderung membenarkan apa yang menurut mereka benar, bukan kebenaran sesungguhnya. Oleh karena itu, perlu untuk memilah setiap adat-istiadat yang ada dalam belajar menjadi manusia beradab.

Nafsu

Nafsu merupakan salah satu faktor pendorong manusia untuk mendapatkan sesuatu seperti makan, ambisi, hubungan biologis hingga kemewahan. Nah, nafsu manusia adalah hal yang paling sering menjerumuskan mereka terutama jika tidak dikendalikan oleh nurani ataupun berpegang teguh pada agama.

Untuk memperbaiki adab, manusia harus senantiasa mempertahankan nafsu baik pada jiwanya. Anda juga harus rajin menjalankan perintah dalam agama dan menjauhi larangannya.

Undang-Undang

Undang-undang merupakan sebuah aturan dasar dalam kehidupan bernegara. Aturan ini dibuat sebaik mungkin demi kemakmuran rakyatnya. Tidak adanya aturan undang-undang yang bersifat negatif. Oleh karena itu, manusia beradab tentu akan berperilaku sesuai dengan aturan undang-undang.

Demikian ulasan singkat terkait pengertian adab, pentingnya adab, dan faktor yang berpengaruh dalam pembentukan manusia yang beradab. Pada dasarnya menjadi manusia beradab berarti mengikuti segala aturan baik dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat.

Jadi Tujuan saya memilih topik ini supaya nilai-nilai peradaban dan akhlak mulia terus tertanam dijiwa peserta didik kita tanpa harus adanya sebuah konsekwensi melainkan kesadaran diri masing-masing, yang harus kita semai dan tanamkan. yaitu sesuai dengan wujud profil pelajar pancasila yaitu berketuhanan YME dan Berakhlak Mulia, Berwawasan Kebhinekaan, Mandiri, Kreati,Gotong-royong, Bernalar kritis.

Penerapan disekolah bisa kita lakukan melalui Aturan-aturan dan pembiasaan-pembiasaan yang sudah dilakukan di SMPN 2 Sungai Raya:

·         Biasanya sebelum memasuki Gerbang Guru piket menunggu siswa yang datang sambil bersalaman

·         Sebelum pembelajaran dimulai membiasakan berdoa

·         Sebelum pembelajaran dimulai 10 menit dilaksanakan hafalan ayat pendek 1 atau dua orang siwa setiap harinya dari senin-kamis

·         Setiap Jumat dilakukan pembacaan yasin dan ceramah-ceramah singkat yang bermanfaat

·         Setiap hari sabtu semua siswa melantunkan asmaul husana dilokalnya masing-masing 7 menit sebelum pelajaran dimulai.

·         Adanya pengajian kitab Akhlak

·         dan Salah satu tindakan lain yang dilakukan melaui penerapan budaya positif di sekolah adalah penerapan kesepakatan dan keyakinan kelas. Kesepakatan kelas adalah kesepakatan yang diambil oleh seluruh warga kelas/sekolah dan dapat diterima oleh seluruh warga kelas/ sekolah. Kesepakatan kelas disetujui oleh kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran  dan disepakati oleh seluruh siswa. sedangkan keyakinan kelas adalah aturan yang sudah disepakati bersama dan siap untuk dilaksanakan dengan tindakan yang nyata.

B.        TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai pada siswa melalui tindakan kesepakatan kelas adalah

·         Menumbuhkan rasa Hormat Terhadap Guru

·         Mencontohkan dan menerapkan nilai bahasa yang layak dan tidak layak diucapkan

·         Menyadari betapa pentingnya sikap Saling Menghormati

·         Menciptakan sikap saling menghargai

·         Bisa membentuk nilai kesopanan yang tinggi

·         Membentuk budaya disiplin positif secara regular

 

C.                Tolak Ukur

 

Tolak Ukur secara terminology diartikan sebagai sesuatu yg dipakai sbg dasar mengukur (menilai, dsb); patokan; standar; (arti) Istilah kriteria dalam penilaian sering juga dikenal dengan kata tola ukur, atau standar.dari nama-nama yang digunakan tersebut dapat segera dipahami bahwa kriteria, tolak ukur, atau standar, adalah sesuatu yang digunakan sebagai patokan atau batas minimal untuk seesuatu yang diukur.

 

 

Tolak Ukur dan bukti yang dapat dijadikan sebagai indikator bahwa tindakan ini berjalan dengan baik yaitu :

 

·    Peserta didik menumbuhkan nilai kesopanan dan peradaban yang tinggi dalam  dirinya melalui sikap saling menghormati, menghargai, serta bisa menghindari bahasa-bahasa membulli dalam membentuk siswa yang beradap dan berakhlak dan tanggung jawab dalam dirinya.

·   Terwujudnya Budaya disiplin positif pada diri peserta didik dan seluruh pemangku didalamnya.

·   Peserta didik mempunyai sikap dan etika sesuai dengan norma yang berlaku.

 

D.     Aksi Nyata 

Kegiatan aksi nyata yang dilakukan berupa penerapan budaya positif melalui kesepakatan dan keyakinan kelas memuat beberapa langkah dalam pelaksanaannya. Keterlibatan setiap individu dalam sekolah maupun kelas dapat mewujudkan Budaya positif di kelas maupun sekolah. Demi terwujudnya Peradaban dan akhlak yang mulia

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menyusun kesepakatan dan keyakina  kelas yaitu

·   Berkomunikasi atau mendiskusikan dengan kepala sekolah dan rekan guru terkait pelaksanaan kesepakatan kelas sebagai langkah awal  dalam pembentukan budaya positif di kelas/sekolah

·    Membentuk kesepakata/keyakinan kelas bersama siswa, dengan memperhatikan harapan dan pendapat seluruh siswa, dengan menayangkan video panduan kesepakatan kelas, Guru mengajak murid memikirkan dengan hati-hati tentang keinginannya tentang kelas impian, Guru meminta siswa menuliskan apa yang mereka pikirkan dan inginkan tentang kelasnya dalam belajar, siswa menuliskan tentang kelas impian mereka, siswa menempelkan hasil pemikirannya di papan tulis, Setelah semua berpartisipasi salah seorang siswa membacakan hal-hal yang telah ditulis tentang kelas impiannya, Guru mengajak siswa berdiskusi membahas impian-impian tentang kelas yang sudah ditulis, Guru dan siswa membaca hasil kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama, kemudian saling menandatangani hasil kesepakatan tersebut sebagai tanda persetujuan. 


E.       Refleksi

Keberhasilan :

Kesepakatan kelas yang melibatkan siswa dapat membentuk karakter siswa lebih sopan dan beradap, berakhlak dan bertanggung bertanggung jawab.

·         Membuat suasana kelas nyaman dan menyenangkan

·         Memciptakan suasana belajar yang tidak membuat peserta didik bosan dan jenuh dengan menanamkan nilai-nilai Budaya positif

·    Guru memberi teguran dan nasihat-nasihat apabila ada siswa yang melanggar kesepakatan dan keyakinan kelas.

·  Siswa dapat saling mengingatkan sesama untuk menaati kesepakatan dan keyakinan kelas yang sudah dibuat

·     Hasil belum sepenuhnya terlaksanakan masih banyak siswa yang melanggar aturan tersebut jika bukan guru tersebut yang membuat aturan kelas tersebut.  

 

 

F.                 Rencana perbaikan

 

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan masa mendatang adalah berupaya semangat menjaga komitmen kesepakatan dari semua pihak terutama guru dan siswa agar dapat menjalankan kesepakatan dan keyakinan kelas. Selalu menjalin komunikasi dan kolaborasi positif dengan seluruh pihak sekolah serta selalu saling  memotivasi agar upaya penerapan budaya disiplin positif dapat terlaksana lebih optimal lagi kedepannya, dengan cara” MENCIPTAKAN  PESERTA DIDIK YANG BERADAP DAN BERAKHLAK MELALUI KEYAKINAN KELAS

 

 

G.    Dokumentasi Kegiatan

 

Menyusun Visi Kedepan bersama kepala sekolah dan rekan Guru


Berdiskusi Dengan Kepala Sekolah dan rekan Guru terkait Kasus Anak yang Melanggar Aturan yang sudah dibuat

 


Webinar Bersama Terkait Mewujudkan Guru Cakap Bermedia Digital Cakap Numerasi Berkarakter Dalam Menghadapi Tantangan Global


AKSI NYATA DIKELAS

                              




 

 


 


 

                                                                         


2 komentar:

  3.3.A.6 Refleksi Terbimbing-Program Pengelolaan Yang Berdampak Pada Murid Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekosistem adalah  kea...