MENCIPTAKAN PESERTA DIDIK YANG BERADAP
DAN BERAKHLAK MELALUI KEYAKINAN KELAS
NAMA: Ruhamah Ubaina,S.Pd
SMPN 2 SUNGAI
RAYA,KAB.ACEH TIMUR(CGP ANGKATAN 3)
Latar Belakang
Mempunyai murid yang beradap dan berakhlak merupakan impian
semua Guru
disekolah, namun
Akhir akhir ini kita lihat betapa krisisnya moral dan adap anak bangsa
terutama didalam dunia pendidikan, walaupun dulu kita berada dizaman kolonial
serba ketinggalan, namun akhlak masih di nomor satukan, tapi sekarang kita
sudah berada dizaman milenial, semua dituntut serba digital serba canggih serba
inovatif dan kreatif unggul diberbagai prestasi membentuk generasi-generasi
teknologi, namun satu hal yang terlupakan, semakin canggihnya zaman semakin
berkembangnya perkembangan zaman namun membuat memudarnya rasa sopan dan santun
serta adap manusia karena orang zaman sekarang orang dituntut berpikir kritis,
yang terkadang egois tanpa kita sadari hal ini lah yang sedang kita rasakan
sekarang. serba canggih, serba praktis, serba elastis, semua bisa diatasi,
lewat browsing( inilah bahasa kerennya)
Kita pasti pernah mendengar
istilah manusia beradab, sebenarnya apa pengertian adab? Manusia beradab
identik dengan individu yang beretika dan bertanggung jawab. Sayangnya,
meskipun sering digunakan masih banyak orang yang bingung tentang apa itu adab.
Untuk lebih jelasnya, yuk simak pengertian adab, pentingnya dan faktor yang
memengaruhinya.
Secara bahasa, pengertian adab adalah sebuah
akhlak mulia dalam bentuk tingkah laku, tabiat atau aturan yang didasarkan
pada norma maupun
agama. Adab berasal dari bahasa arab yang artinya pendidikan atau mendidik.
Sedangkan menurut bahasa Yunani, adab artinya kebiasaan atau
etika. Pada intinya, adab adalah sebuah perilaku yang menunjukkan kehalusan dan
kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak untuk mendidik diri sendiri agar
menjadi orang yang paham aturan dan bertanggungjawab.
Adab merupakan bagian dari akhlak mulia yang menuntun manusia
untuk menjadi manusia beradab. Manusia beradab yang dimaksud di sini adalah
seorang manusia bertanggungjawab terhadap kewajiban maupun haknya.
Nantinya, manusia beradab akan menjadi pribadi yang adil
sehingga patut dijadikan sebagai pemimpin. Tak hanya itu, manusia beradab akan
terus belajar dan memperbaiki diri untuk menyempurnakan akhlaknya.
Adab merupakan salah satu hal yang penting dalam menumbuhkan
kecintaan kepada sang Pencipta maupun kepada manusia. Tak hanya itu, adab ini
juga penting dalam mencegah manusia untuk berbuat buruk.
Pemahaman terkait adab
memang tidaklah instan dan semuanya butuh proses.
Selain itu, adab manusia sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
Ajaran Agama
Mereka yang beriman
akan patuh terhadap aturan agamanya dan cenderung takut melakukan perbuatan
buruk sehingga lebih mudah menanamkan adab. Bahkan, manusia yang patuh terhadap
hukum syara hidupnya akan lebih tenteram, damai dan bahagia.
Adat-istiadat
Adat-istiadat merupakan salah satu hal yang memengaruhi sikap
manusia dan nantinya bisa berpengaruh pada adab. Adat-istiadat identik dengan
sikap yang turun-temurun dan sudah dipertahankan sejak lama. Oleh karena itu,
hal ini memengaruhi kebiasaan manusia sehari-hari.
Sayangnya, pada beberapa kondisi adat ini tidak sesuai dengan
hukum maupun ajaran agama. Mereka cenderung membenarkan apa yang menurut mereka
benar, bukan kebenaran sesungguhnya. Oleh karena itu, perlu untuk memilah
setiap adat-istiadat yang ada dalam belajar menjadi manusia beradab.
Nafsu
Nafsu merupakan salah
satu faktor pendorong manusia untuk mendapatkan sesuatu seperti makan, ambisi,
hubungan biologis hingga kemewahan. Nah, nafsu manusia adalah hal yang paling
sering menjerumuskan mereka terutama jika tidak dikendalikan oleh nurani
ataupun berpegang teguh pada agama.
Untuk memperbaiki
adab, manusia harus senantiasa mempertahankan nafsu baik pada jiwanya. Anda
juga harus rajin menjalankan perintah dalam agama dan menjauhi larangannya.
Undang-Undang
Undang-undang
merupakan sebuah aturan dasar dalam kehidupan bernegara. Aturan ini dibuat
sebaik mungkin demi kemakmuran rakyatnya. Tidak adanya aturan undang-undang
yang bersifat negatif. Oleh karena itu, manusia beradab tentu akan berperilaku
sesuai dengan aturan undang-undang.
Demikian ulasan
singkat terkait pengertian adab, pentingnya adab, dan faktor yang berpengaruh
dalam pembentukan manusia yang beradab. Pada dasarnya menjadi manusia beradab
berarti mengikuti segala aturan baik dalam kehidupan beragama maupun
bermasyarakat.
Jadi Tujuan saya memilih topik ini supaya
nilai-nilai peradaban dan akhlak mulia terus tertanam dijiwa peserta didik kita
tanpa harus adanya sebuah konsekwensi melainkan kesadaran diri masing-masing,
yang harus kita semai dan tanamkan. yaitu sesuai dengan wujud profil pelajar
pancasila yaitu berketuhanan YME dan Berakhlak Mulia, Berwawasan Kebhinekaan,
Mandiri, Kreati,Gotong-royong, Bernalar kritis.
Penerapan disekolah bisa kita lakukan melalui
Aturan-aturan dan pembiasaan-pembiasaan yang sudah dilakukan di SMPN 2 Sungai
Raya:
·
Biasanya
sebelum memasuki Gerbang Guru piket menunggu siswa yang datang sambil
bersalaman
·
Sebelum
pembelajaran dimulai membiasakan berdoa
·
Sebelum
pembelajaran dimulai 10 menit dilaksanakan hafalan ayat pendek 1 atau dua orang
siwa setiap harinya dari senin-kamis
·
Setiap
Jumat dilakukan pembacaan yasin dan ceramah-ceramah singkat yang bermanfaat
·
Setiap
hari sabtu semua siswa melantunkan asmaul husana dilokalnya masing-masing 7
menit sebelum pelajaran dimulai.
·
Adanya pengajian kitab
Akhlak
·
dan
Salah satu tindakan lain yang dilakukan melaui penerapan budaya positif di
sekolah adalah penerapan kesepakatan dan keyakinan kelas. Kesepakatan kelas
adalah kesepakatan yang diambil oleh seluruh warga kelas/sekolah dan dapat
diterima oleh seluruh warga kelas/ sekolah. Kesepakatan kelas disetujui oleh
kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran dan disepakati oleh
seluruh siswa. sedangkan keyakinan kelas adalah aturan yang sudah disepakati
bersama dan siap untuk dilaksanakan dengan tindakan yang nyata.
B. TUJUAN
Tujuan
yang ingin dicapai pada siswa melalui tindakan kesepakatan kelas adalah
·
Menumbuhkan
rasa Hormat Terhadap Guru
·
Mencontohkan dan
menerapkan nilai bahasa yang layak dan tidak layak diucapkan
·
Menyadari betapa
pentingnya sikap Saling Menghormati
·
Menciptakan sikap saling
menghargai
·
Bisa membentuk nilai
kesopanan yang tinggi
·
Membentuk
budaya disiplin positif secara regular
C.
Tolak Ukur
Tolak
Ukur secara terminology diartikan sebagai sesuatu yg dipakai sbg dasar mengukur
(menilai, dsb); patokan; standar; (arti) Istilah kriteria dalam penilaian
sering juga dikenal dengan kata tola ukur, atau standar.dari nama-nama yang
digunakan tersebut dapat segera dipahami bahwa kriteria, tolak ukur, atau
standar, adalah sesuatu yang digunakan sebagai patokan atau batas minimal untuk
seesuatu yang diukur.
Tolak
Ukur dan bukti yang dapat dijadikan sebagai indikator bahwa tindakan
ini berjalan dengan baik yaitu :
· Peserta
didik menumbuhkan nilai kesopanan dan
peradaban yang tinggi dalam dirinya
melalui sikap saling menghormati, menghargai, serta bisa menghindari
bahasa-bahasa membulli dalam membentuk siswa yang beradap dan berakhlak dan tanggung jawab dalam
dirinya.
· Terwujudnya Budaya disiplin positif pada diri peserta didik dan seluruh pemangku didalamnya.
· Peserta
didik mempunyai sikap dan etika sesuai dengan norma yang berlaku.
D. Aksi Nyata
Kegiatan
aksi nyata yang dilakukan berupa penerapan budaya positif melalui kesepakatan dan keyakinan kelas memuat beberapa langkah dalam
pelaksanaannya. Keterlibatan setiap individu dalam sekolah maupun kelas dapat
mewujudkan Budaya
positif di kelas maupun sekolah. Demi terwujudnya
Peradaban dan akhlak yang mulia
Adapun
langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menyusun kesepakatan dan keyakina kelas yaitu
· Berkomunikasi atau mendiskusikan dengan kepala sekolah dan
rekan guru terkait pelaksanaan kesepakatan kelas sebagai langkah awal
dalam pembentukan budaya positif di kelas/sekolah
· Membentuk
kesepakata/keyakinan kelas bersama siswa, dengan memperhatikan harapan dan
pendapat seluruh siswa, dengan menayangkan video panduan kesepakatan kelas,
Guru mengajak murid memikirkan dengan hati-hati tentang keinginannya
tentang kelas impian, Guru meminta siswa menuliskan apa yang mereka
pikirkan dan inginkan tentang kelasnya dalam belajar, siswa menuliskan tentang
kelas impian mereka, siswa menempelkan hasil pemikirannya di papan tulis,
Setelah semua berpartisipasi salah seorang siswa membacakan hal-hal yang telah
ditulis tentang kelas impiannya, Guru mengajak siswa berdiskusi membahas
impian-impian tentang kelas yang sudah ditulis, Guru dan siswa membaca hasil
kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama, kemudian saling menandatangani
hasil kesepakatan tersebut sebagai tanda persetujuan.
E. Refleksi
Keberhasilan :
Kesepakatan kelas yang melibatkan siswa dapat membentuk karakter siswa lebih sopan dan beradap, berakhlak dan bertanggung bertanggung jawab.
·
Membuat
suasana kelas nyaman dan menyenangkan
·
Memciptakan suasana belajar
yang tidak membuat peserta didik bosan dan jenuh dengan menanamkan nilai-nilai
Budaya positif
· Guru
memberi teguran dan nasihat-nasihat apabila ada siswa yang melanggar kesepakatan dan
keyakinan kelas.
· Siswa
dapat saling mengingatkan sesama untuk menaati kesepakatan dan
keyakinan kelas yang sudah dibuat
· Hasil
belum sepenuhnya terlaksanakan masih banyak siswa yang
melanggar aturan tersebut jika bukan guru tersebut yang membuat aturan kelas
tersebut.
F.
Rencana perbaikan
Rencana perbaikan untuk
pelaksanaan masa mendatang adalah berupaya semangat menjaga komitmen
kesepakatan dari semua pihak terutama guru dan siswa agar dapat menjalankan
kesepakatan dan keyakinan kelas. Selalu menjalin komunikasi dan
kolaborasi positif dengan seluruh pihak sekolah serta selalu saling
memotivasi agar upaya penerapan budaya disiplin positif dapat terlaksana lebih optimal lagi kedepannya, dengan cara” MENCIPTAKAN PESERTA
DIDIK YANG BERADAP DAN BERAKHLAK MELALUI KEYAKINAN KELAS”
G.
Dokumentasi
Kegiatan
Berdiskusi Dengan Kepala
Sekolah dan rekan Guru terkait Kasus Anak yang Melanggar Aturan yang sudah
dibuat
Webinar Bersama Terkait Mewujudkan Guru Cakap Bermedia
Digital Cakap Numerasi Berkarakter Dalam Menghadapi Tantangan Global
AKSI NYATA DIKELAS




